Adakan Sesajen Dalam Proses Ruqyah? - Ruqyah Di Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan
Ruqyah di Cirebon

Adakan Sesajen Dalam Proses Ruqyah?

Adakan Sesajen Dalam Proses Ruqyah?

Pernahkah kita mendengar mengenai ruqyah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan? Tapi sudah tahu apa itu ruqyah? Yang disebut dengan ruqyah adalah metode penyembuhan suatu penyakit dengan membacakan berbagai ayat suci Al-Qur’an, atau membaca doa-doa yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Boleh juga membaca doa dalam bahasa non Arab, asalkan maknanya jelas dan tidak ada unsur kesyirikan sedikit pun di dalamnya.

Ruqyah sangat di kenal sebagai pengusiran jin dari dalam tubuh manusia, untuk mengobati gangguan jin yang membuat seseorang terganggu kesehatan jiwa dan raganya. Karena gangguan jin seringkali terjadi pada praktek klenik atau praktek magis tradisional, sehingga banyak yang mengira jika praktek ruqyah membutuhkan sesajen, untuk membuat jin yang ada di dalam tubuh mau pergi.

Hal ini tentu sangat jauh dari ruqyah syar’i, dimana sesajen tidak ada dalam ibadah agama Islam apapun. Sesajen hanya akal-akalan jin supaya manusia mau menuruti kemauan mereka demi kesembuhan dan nyatanya malah terjerumus pada kesyirikan. Itulah mengapa kita harus tahu apa saja ciri dari ruqyah non syar’i, supaya tak perlu merasa ragu dengan cara pengobatan Islami yang satu ini. Penjelasan lebih lengkapnya bisa dibaca berikut ini :

Ciri-Ciri Ruqyah Non Syar’i atau Perdukunan

Supaya terhindar dari perdukunan berkedok ruqyah syar’i, sebaiknya mengetahui ciri-
cirinya sebagai berikut :

- Menyuruh untuk menyembelih dan memukul ayam hingga mati

- Brangkalan dan paku di tempelkan ke tembok

- Meminta darah manusia dan ular atau hewan lainnya

- Memberi mantra dan bahkan ayat-ayat khusus, harus dibaca dengan cara serta hitungan khusus

- Sesajen harus disediakan, dan wajib diletakkan di tempat yang telah disarankan oleh si dukun

- Memberikan benda-benda pusaka sebagai jimat, rajah dan lainnya yang dibungkus rapi dan harus dipakai

- Memberikan informasi tentang mahkluk gaib dengan cirinya lengap, atau memberi tahu benda yang hilang juga

- Selalu menunjukkan dirinya punya jin kodam sakti

- Meramal masa depan pasien, memberitahukan dosa-dosa yang pernah dilakukan si pasien

- Menghubungkan fenomena alam dengan nasib buruk atau tathayyur

- Menjadikan manusia sebagai media untuk bicara dengan jin

- Mewajibkan pasien melakukan amalan bid’ah, bisa saja amalan sunnah tapi dilakukan dengan tata cara yang bid’ah sehingga sia-sia

Selain itu, praktek perdukunan juga sering melakukan aksi mencabut benda sihir dari dalam tubuh pasien, juga melakukan pemagaran dari jin atau pagar ghaib. Sebagai contoh kasus, banyak yang mengaku-aku sebagai terapis ruqyah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan atau ruqyah kota lainnya, namun justru melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas.

BACA JUGA : PANDUAN RUQYAH MANDIRI YANG SESUAI SUNNAH RASUL

Macam-Macam Sesajen yang Biasa Digunakan

Dalam praktik perdukunan atau terapi pengobatan non syar’i, tentu tak asing dengan berbagai jenis sesajen yang harus disediakan. Sesajen tersebut tak jarang nominalnya sangat besar dan membuat kantong jebol. Semua sesajen tersebut konon untuk menyenangkan arwah leluhur yang sedang membantu proses pengobatan atau untuk meluluskan permohonan.

Hal ini tentu tidak masuk di akal, sebab hanya Allah semata-mata pegangan kita dan tempat untuk meminta. Maka karena itu, untuk menghindari terjadinya kesyirikan karena ketidaktahuan kita, maka ketahui beberapa macam jenis sesajen yang paling banyak digunakan :

- Kepala ternak (kerbau atau kambing)
Sesajen yang biasa digunakan untuk upacara tolak bala atau syukuran panen, jadi seekor (atau lebih) kerbau, sapi ataupun kambing disembelih, lalu kepalanya ditanam di tanah, atau dilarung ke laut sebagai bentuk sedekah, tolak bala, syukuran dan sebagainya menurut kepercayaan mereka.

- Ayam cemani
Merupakan jenis ayam yang berwarna hitam, dari atas hingga bawah berwarna hitam dan bahkan tulangnya pun konon memiliki warna yang serupa. Ayam cemani dipilih untuk ritual klenik oleh para dukun.

- Kembang tujuh rupa
Terdiri dari macam-macam kembang, aneka warna dan biasanya harus berjumlah ganjil, biasanya tujuh. Kembang tersebut diletakkan dalam satu wadah yang sama dan dijadikan sesajen untuk ritual.

- Rokok kretek
Banyak juga sesajen yang berupa rokok kretek, alias rokok tanpa filter atau bahkan tembakaunya langsung.

- Pinang dan sirih
Ada yang mengharuskan sesajen membawa pinang dan sirih dalam satu wadah.

- Kemenyan
Getah tanaman yang satu ini identik dengan praktek klenik dan pengobatan non syar’i, sebab diyakini bisa mempermudah komunikasi dengan makhluk halus.

- Rangkaian janur
Janur atau daun kelapa yang masih muda digunting dan dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi rangkaian indah, tapi sayangnya digunakan untuk ritual yang tidak syar’i dan menjurus pada kesyirikan.

- Kopi pahit
Segelas penuh kopi hitam, pekat dan pahit alias tanpa gula menjadi minuman kesukaan para jin, sehingga mereka sering memintanya untuk sesajen.

- Nasi kuning
Nasi kuning yang dibentuk jadi tumpeng, dihias dengan cantik lengkap dengan lauknya yang lezat, kemudian dijadikan sesajen dan akhirnya mubazir, menyia-nyiakan makanan.

- Telur ayam kampung
Banyak sekali sesajen yang mengharuskan pasien membawa telur ayam kampung sebagai pelengkap, jumlahnya selalu ganjil, jika tidak maka diancam dengan bala atau kesialan.

- Kelapa ijo
Kelapa ijo yang segar juga menjadi sesajen yang populer di tengah praktik perdukunan. Digunakan untuk media pengambilan santet, atau untuk memulihkan kondisi si pasien setelah selesai dilakukan pengobatan.

Memang ada beberapa media yang digunakan dalam terapi ruqyah syar’i, misalnya air minum, air untuk mandi, daun bidara dan minyak zaitun. Namun itu bukanlah sesajen, melainkan media supaya lebih mudah dalam mengeluarkan jin dari dalam tubuh dan secara medis pun sudah jelas khasiatnya untuk tubuh. Media-media tersebut juga sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan hadits, sehingga tidak ada keraguan padanya.

Ciri-Ciri Ruqyah Syar’i

Ketahui beberapa ciri dari ruqyah syar’i, supaya tidak merasa ragu dalam memilih terapi pengobatan. Belakangan ini di berbagai daerah sudah ada terapi ruqyah yang syari, sesuai dengan anjuran dalam agama Islam. Misalnya :

- Terapis ruqyah tak mengetahui hal gaib seperti dukun dengan bantuan jin, mereka mendiagnosis gejala melalui dialog dengan pasien.

- Tidak ada hitungan pasti mengenai jin apa, berapa banyak dan siapa pengirim jin tersebut karena jin gemar berbohong. Yang terpenting adalah mengusir jin tersebut dari dalam tubuh pasien dengan cara yang syari

- Menggunakan ayat Al-Qur’an dan doa doa dari hadits yang shahih, jelas dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat.

- Tidak melakukan kontak fisik pada non mahrom, jika pasiennya lawan jenis maka menggunakan media mahromnya yang akan memegangi si pasien

- Menutup aurat dengan baik

- Bicara jujur, terbuka dan tidak menggunakan mantra-mantra atau rajah Bagi yang masih bingung untuk memilih terapi ruqyah, maka bisa menghubungi ruqyah Cirebon di nomor 083120122062 atau datang ke Gerbang Permai Pamengkang, blok i7, kecamatan Mundu, kabupaten Cirebon.

Subscribe to receive free email updates: