Mengenal Agama Islam Beserta Tingkatannya - Ruqyah di Cirebon

4 Mar 2022

Mengenal Agama Islam Beserta Tingkatannya

    Mengenal Agama Islam Beserta Tingkatannya

    Mengenal Agama Islam Beserta Tingkatannya - Pengertian Islam memiliki banyak arti dan tidak terbatas pada nama suatu agama. Makna Islam sangat dalam. Berikut ini adalah penjelasan tentang pengertian islam dari berbagai sumber.

    Memahami Agama Islam

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama Islam berarti suatu agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Dimana agama ini berpedoman pada kitab suci Al-Qur'an yang diturunkan ke dunia berupa wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala. 

    Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai nabi dan rasul terakhir untuk menjadi teladan bagi seluruh kehidupan manusia hingga akhir zaman.

    Pengertian Islam secara harfiah adalah damai, selamat, dan bersih. Kata Islam sendiri terbentuk dari tiga huruf, yakni sin (س), lam (ل), dan (م) mim yang bermakna dasar selamat سلم (salama).

    Al-Islam artinya agama yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dimana ajarannya bersifat fleksibel dan universal atau rahmatan lil 'alamin. Mengatakan:

    Islam juga bisa berarti penyerahan diri kepada Allah Subhanahhu wa Ta'ala, penyerahan diri, dan ketaatan kepada-Nya. Itu juga bisa berarti kedamaian atau kemakmuran. Mengenai arti damai, muslim berarti orang yang selamat. 

    Sedangkan non muslim artinya tidak aman. Itulah sebabnya Islam menyebut orang selain Muslim sebagai kafir karena menyebut mereka non-Muslim sama saja dengan mengharap celaka. Padahal dalam ajaran agama Islam, hal tersebut tidak diperbolehkan.

    Makna Islam Dalam Al Qur'an

    Secara bahasa (etimologi) Islam berarti ketundukan, payuh, atau penyerahan diri. Sedangkan menurut syariah (terminologi) kata Islam memiliki dua arti.

    Pertama, jika disebutkan sendiri tanpa disertai kata iman, maka arti Islam mencakup semua agama. Baik ushul maupun furu' serta segala persoalan yang menyangkut akidah, ibadah, keyakinan, perkataan, dan perbuatan.

    Dengan kata lain pengertian ini menunjukkan bahwa kata Islam adalah mengakui dengan lisan, beriman dengan hati, dan beriman dengan hati dan bertawakal kepada Allah Ta'ala.

    Al-Islam memiliki arti tunduk, patuh atau taat kepada seseorang secara lahir dan batin sambil meyakini semua ajaran atau agama yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

    Dalam Al-Qur'an kata-kata Islam, Muslim, dan Muslimin digunakan lebih luas lagi. Bahkan untuk sebutan agama sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. Argumen yang terkait dengan definisi pertama meliputi:

    1. Wasiat Nabi Ibrahim Kepada Anak-Anaknya

    وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

    Artinya: Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): 

    “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.[QS. Al Baqarah: 132]

    2. Pengakuan Para Tukang Sihir Fir’aun Ketika Menyatakan Beriman Kepada Musa

    وَمَا تَنْقِمُ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِآيَاتِ رَبِّنَا لَمَّا جَاءَتْنَا ۚ رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

    Artinya: Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.[QS. Al-A’raf: 126]

    3. Ikrar Orang-Orang Hawariyyun Kepada Nabi Isa Alaihis-Salam

    فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنْصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنْصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

    Artinya: Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: 

    “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.[QS. Ali Imran: 52]

    Kedua, apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud dengan Islam disini adalah: Perkataan dan amal amal lahiriyah yang dengannya terjaga diri serta hartanya. Baik ia meyakini Islam atau tidak dan kata iman berkaitan dengan amal hati. Sebagaimana firman Allah [QS. Al Hujuraat: 14].

    قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

    Orang-orang Arab Badui itu berkata: 

    “Kami telah beriman”. Katakanlah “Kamu belum beriman, tapi katakanlah kami telah tunduk, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

    Tingkatan Islam

    Tingkatan Islam

    Tingkat pertama adalah Islam

    Pada tingkatan ini mencakup lima rukun Dinul-Islam, yaitu:

    1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah.
    2. Berdoa
    3. Membayar Zakat
    4. di bulan Ramadhan
    5. Ibadah Haji ke Baitullah.

    Tingkat kedua adalah Iman

    Tingkatan ini meliputi enam rukun iman, yaitu:

    1. Percaya kepada Allah
    2. Percaya pada malaikat-Nya
    3. Iman pada kitab-kitab-Nya
    4. Iman kepada Rasul-Nya
    5. Merindukan hari terakhir
    6. Percaya pada takdir baik dan buruk.

    Tingkat ketiga adalah Ihsan

    Pada tingkat Ihsan, hanya ada satu pilar, yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah kita melihat-Nya. Jika kita melihat Dia, maka pasti Dia melihatmu juga.

    Rukun Islam


    Orang yang memeluk agama Islam atau disebut muslim wajib mengetahui dan memahami rukun Islam. Maka seseorang akan sah disebut muslim, jika dia telah mengamalkan rukun Islam. Padahal ada syarat wajib dan sunnah atau bahkan tidak wajib untuk mengamalkannya. Rukun Islam sendiri terdiri dari 5 amalan seperti berikut:

    • Mengucapkan dua kalimat syahadat.
    • Mendirikan shalat.
    • Mengerjakan puasa di bulan Ramadhan.
    • Menunaikan zakat.
    • Naik haji ke Baitullah al Haram.

    Pembelajaran dan pengenalan rukun Islam telah dipelajari sejak kecil. Sejak duduk di bangku sekolah dasar atau sekolah di Madrasah sudah ada pembahasan tentang tata tertib rukun Islam tersebut. Namun kali ini akan diulas lebih detail dan lebih detail. Hal ini bertujuan untuk lebih memahami dan memahami lebih detail tentang agama islam.

    Rasulullah bersabda:

    “Agama Islam berdiri kokoh atas lima dasar utama, yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat yang menyatakan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, dan melaksanakan haji ke makkah.”

    Pernyataan diatas dipertegas lagi oleh sahabat nabi Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khatab bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah bersabda:

    “Bahwa islam berdiri dan dibangun atas lima hal utama, yaitu menyatakan kesaksian atas keesaan Allah dan Rasulullah sebagai utusan Allah, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, pergi haji dan berpuasa saat bulan Ramadhan.”

    Rukun Islam sangat penting bagi umat Islam. Disebutkan dalam hadits di atas bahwa rukun Islam yang ke-5 merupakan tiang utama kokohnya agama Islam seseorang. Oleh karena itu, seorang muslim yang taat harus benar-benar mengamalkan dan menjalankan 5 rukun Islam dengan sungguh-sungguh.

    Demikian ulasan artikel yang kami buat tentang mengenal Agama Islam beserta tingkatannya, semoga bermanfaat.

    © Copyright - Ruqyah di Cirebon