Orang Masuk Surga Tanpa Hisab, Siapakah Mereka? - Ruqyah di Cirebon

5 Mar 2022

Orang Masuk Surga Tanpa Hisab, Siapakah Mereka?

    Orang Masuk Surga Tanpa Hisab, Siapakah Mereka?

    Orang Masuk Surga Tanpa Hisab, Siapakah Mereka? - Setiap manusia akan mati. Dan setelah kematian, di akhirat, dia akan diadili atas perbuatannya di dunia dan diadili dengan cara yang seadil-adilnya. Dan barang siapa yang beriman dan bertakwa kepada Allah pasti masuk surga. Namun siapa sangka ada golongan yang dijanjikan Allah masuk surga tanpa hisab. Inilah orang masuk surga tanpa hisab, siapa mereka?

    Golongan Orang Masuk Surga Tanpa Hizab

    Orang-Orang Yang Bertawakal Kepada Allah

    Hal ini dilandasi dari beberapa riwayat Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya, tepatnya pada bab tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab. Beliau menyandarkan riwayat hadits ini kepada Ibnu Abbas yang berkata bahwa Rasulullah saw.,bersabda, “Telah diperlihatkan kepadaku berbagai umat dari seluruh manusia. 

    Ada seorang Nabi yang lewat bersama satu umat, kemudian ada seorang Nabi yang lewat bersama beberapa orang, lalu ada Nabi yang lewat bersama sepuluh orang, dan ada Nabi yang lewat bersama lima orang, dan ada seorang Nabi yang lewat seorang diri. 

    Setelah itu, aku melihat tiba tiba ada sekelompok manusia yang sangat banyak. Aku pun bertanya, "Wahai Jibril, apakah mereka itu umatku?’ la menjawab, "Bukan, tapi lihatlah ke ufuk sebelah sana!’ Maka, aku pun melihatnya dan ternyata ada sekelompok manusia yang lebih banyak lagi. Lantas, Jibril berkata, "Mereka itu umatmu. Jumlah mereka tujuh puluh ribu orang, di antara mereka ada yang pertama kali akan masuk ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa azab.’ 

    Aku bertanya, "Mengapa demikian?’ Beliau menjawab, "Sebab, mereka dahulu tidak berobat dengan kay (besi yang dipanasi), tidak minta diruqyah, tidak tathayyur (menentukan nasib dengan isyarat burung) dan hanya bertawakal kepada Rabb mereka’.

    ” Sedangkan dalam riwayat Abu Bakar Ash-Shiddiq mengatakan bahwa Rasulullah saw., bersabda, “Aku telah diberi tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab, wajah mereka layaknya rembulan di malam purnama, hati mereka sama seperti hati satu orang. Lalu, aku pun meminta tambahan lebih banyak dari itu, hingga Allah memberikan tambahan, yaitu setiap satu orang akan menambah tujuh puluh ribu orang.”

    BACA JUGA : HUKUM MINTA DIRUQYAH

    Orang-Orang Yang Selalu Melaksanakan Shalat Malam

    Jaminan apa lagi yang pantas bagi mereka yang rela bangun dari tidur nyenyaknya untuk berbicara dan bertemu kekasihnya melalui doa malam selain Surga? Bahkan lebih dari itu, masuk surga tanpa hisab.

    Sebagaimana diriwayatkan oleh imam al Baihaqi, dari Asma’ bin Yazid meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Manusia akan dikumpulkan di sebuah padang, lalu tiba-tiba ada suara yang menyeru, "Di manakah orang orang yang lambungnya jauh dari pembaringannya?’ Mereka pun bangkit dan jumlah mereka adalah sedikit, lalu masuk ke dalam surga tanpa hisab. Setelah itu,baru kemudian diperintahkan seluruh manusia untuk dihisab”.

    Ulama Yang Mengamalkan Ilmunya

    Yang terpenting dari seorang ulama adalah selain menguasai ilmunya, tentunya penerapannya pada dirinya dan lingkungannya, sehingga ia benar-benar menampilkan orang yang berilmu. Maka tidak heran jika Allah menjanjikan mereka Surga tanpa harus melalui proses penghakiman. 

    Sebagaimana dari Abu Musa meriwayatkan bahwa Rasulullah saw., bersabda, “Pada hari kiamat Allah akan membangkitkan seluruh hamba-Nya kemudian memisahkan para ulama dan berfirman, "Wahai para ulama, sungguh Aku tidak meletakkan ilmu-Ku pada diri kalian agar Aku mengazab kalian. Pergilah kalian sebab Aku telah mengampuni (dosa) kalian".

    Orang Yang Membaca Al-Qur'an Hanya Mengharapkan Keridhaan Allah. Dan Seorang Hamba Yang Meningkatkan Hubungannya Dengan Allah

    Berikutnya adalah orang-orang yang benar-benar memahami firman Allah, tidak hanya menghafal tetapi juga memahami dan mengamalkannya, sehingga darinya hubungan mereka dengan manusia dan Allah menjadi lebih baik. Sebagaimana dari Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda.

    “Ada tiga golongan yang tidak akan merasa ngeri terhadap guncangan yang dahsyat pada hari kiamat, dan mereka tidak akan mendapat hisab serta mereka akan berada di bukit pasir yang wangi semerbak kesturi sampai proses penghisaban seluruh makhluk selesai. (Yaitu) orang yang membaca al-Qur’an hanya mengharap ridha Allah, orang yang memperbagus hubungan dirinya dengan Rabbnya, dan orang yang memperbagus hubungan dirinya dengan bawahannya”.

    Para Syuhada’ Dan Orang Yang Suka Memaafkan Orang Lain

    Ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad hasan dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seluruh hamba telah berdiri menantikan hisab masing-masing, datanglah satu kaum sambil meletakkan pedang pada leher mereka yang berlumuran darah. Mereka pun berdesakan memenuhi pintu surga. Lalu ada yang bertanya, "Siapakah mereka itu?’ 

    Lantas, dijawab, "Mereka adalah para syuhada’ yang dahulu setelah Sugur mereka hidup di sisi Rabbnya dengan mendapat curahan rezeki. Kemudian, sebuah suara berseru, "Orang yang pahalanya ada pada Allah hendaknya ia berdiri dan masuk ke dalam surga!’ Lalu Dia menyeru untuk kedua kalinya, "Orang yang pahalanya ada pada Allah hendaknya ia berdiri dan masuk ke dalam surga!”

    Kemudian seseorang bertanya, "Siapakah mereka (yang kedua) yang pahalanya ada pada Allah?’ ” Nabi bersabda, “Merekalah orang-orang yang suka memaafkan orang lain. Kemudian Allah memanggil untuk ketiga kalinya, Orang yang pahalanya ada pada Allah hendaknya ia berdiri lalu masuklah ke dalam surga. Lalu berdirilah beberapa ribu orang, lantas mereka masuk ke dalam surga tanpa dihisab.”

    Orang-orang yang selalu memuji Allah dalam keadaan senang dan susah dan orang-orang yang tidak lalai dalam jual beli dan jual beli dari mengingat Allah. Salah satu tanda keimanan sejati seorang mukmin yang tidak mampu menjadi syahid, menghafal ayat-ayat Allah atau bahkan tidak mampu menafkahkan sebagian hartanya, adalah selalu memuji Allah dalam keadaan senang dan susah serta orang-orang yang tidak lalai dalam jual beli dan jual beli dari mengingat Allah.

    Dan siapa yang mengira? Dengan itu Allah menjanjikan Surga untuk ketabahan dan ketabahannya. Sebagaimana riwayat Imam Al-Baihaqi dalam kitab Asy-Syu’ab, juga diriwayatkan Ibnu Murdawaih, Ibnu Abi Hatim dan selain mereka, dari Asma’ binti Yazid bahwa Rasulullah bersabda,

    “Pada hari kiamat, Allah akan mengumpulkan seluruh makhluk di sebuah padang yang jika ada siapa saja yang menyeru akan terdengar dan dapat terlihat dengan mata seluruhnya. Maka berdirilah penyeru yang memanggil, ‘Di manakah orang orang senantiasa memuji Allah, baik dalam kondisi susah maupun senang?’

    Maka berdirilah mereka dan jumlah mereka hanya sedikit, lalu mereka masuk ke dalam surga tanpa dihisab. Kemudian penyeru itu kembali memanggil, ‘Di manakah orang-orang yang lambungnyn jauh dari pembaringannya?’ Maka mereka pun bangkit dan jumlah mereka hanya sedikit, lalu mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab.

    Lalu penyeru tersebut kembali memanggil, ‘Di mannkah orang-orang yang tidak terlalaikan dengan jual beli dan berdagang dari mengingat Allah?” Maka mereka pun bangkit dan jumlah mereka hanya sedikit, lantas mereka masuk ke dalam surga tanpa hisab’.

    Demikian ulasan tentang Orang Masuk Surga Tanpa Hisab, Semoga bermanfaat.

    © Copyright - Ruqyah di Cirebon