Tips Cara Mendidik Anak Menurut Islam - Ruqyah di Cirebon

16 Mei 2022

Tips Cara Mendidik Anak Menurut Islam

    Tips Cara Mendidik Anak Menurut Islam

    Tips Cara Mendidik Anak Menurut Islam - Sebagai seorang Muslim, Anda harus tahu cara mendidik anak menurut Islam. Penanaman nilai-nilai Islam harus diberikan sejak dini. Maka sudah saatnya Anda mengenal dunia luar, kurang lebih Anda sudah memiliki bekal dan tameng untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Sebagai orang tua, perkembangan teknologi yang semakin maju seharusnya memudahkan Anda dalam mendidik dan membesarkan anak. 

    Namun pada kenyataannya banyak orang tua yang salah dalam mendidik anak. Alih-alih diajarkan ilmu tauhid sejak dini, para orang tua zaman sekarang bahkan terkadang asyik dengan dunianya sendiri. Sang ayah sibuk dengan pekerjaan dan hobinya. Sedangkan sang ibu sibuk dengan urusannya sendiri. ujung-ujungnya anak dikasih gadget biar gak rewel. Belum lagi jika suami istri sama-sama bekerja. Mereka mempercayakan perawatan anak mereka kepada babysister. 

    Mulai dari berangkat hingga pulang kerja. Jadi sangat sedikit waktu untuk anak-anak. Jika ini dibiarkan, bagaimana anak Anda akan tumbuh di masa depan. Memang ada kalanya anak akan bersekolah dan menerima pendidikan formal dari guru di sekolah. Namun, bukankah seharusnya Anda sebagai orang tua menjadi guru pertama untuknya? Berikut adalah cara mendidik anak dalam islam terbaik yang bisa anda lakukan sejak anak masih bayi.

    Cara Mendidik Anak Menurut Islam

    Mengajarkan Iman Sejak Kecil

    Hal pertama yang harus Anda ajarkan kepada anak-anak Anda adalah iman. Karena mengenalkan ilmu tauhid akan menjadi landasan utama untuk kehidupannya kelak. Seperti yang diajarkan Nabi kepada para sahabatnya. Untuk mengenalkan tauhid harus dilakukan bahkan saat masih dalam kandungan. Anda bisa membacakan Al-Qur'an untuknya. Setelah ia lahir, Anda bisa lebih intensif membacakan Al-Qur'an untuknya. 

    Ketika Anda terbiasa membaca Alquran di dekatnya, Anda akan tertarik dan mulai meniru apa yang Anda lakukan. Ingatlah bahwa pada usia emas seorang anak, Anda akan meniru semua yang dia dengar atau lihat. Ketika Anda mengajarkan hal-hal yang baik, maka Anda juga akan meniru Anda. Namun, jika Anda sering memberi contoh yang buruk, maka jangan salahkan diri Anda bahwa semuanya akan menjadi buruk.

    Mengetahui Tahapan Usia Anak

    Meskipun Anda berharap anak Anda bisa tumbuh menjadi orang yang pandai mengaji dan rajin beribadah. Bukan berarti Anda terus mendorong untuk mengajarinya hal-hal yang belum bisa Anda lakukan. Ada tahapan mendidik anak dalam Islam. Disesuaikan dengan usia anak. 

    Anda bisa mulai mengajarinya saat masih dalam kandungan dengan melakukan hal-hal yang baik seperti rajin beribadah, beramal dan selalu berbuat baik. Tujuannya agar perilaku yang Anda lakukan akan menular ke anak yang masih dalam kandungan.

    Mengamati Sifat dan Karakter Anak

    Setiap anak memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda-beda. Anak yang lahir dari ibu yang sama memiliki karakteristik yang berbeda. Apalagi dengan ibu-ibu lainnya. Misalnya dalam mendidik anak pertama dengan metode A. Belum tentu anak kedua bisa dididik dengan metode yang sama. Anda mungkin dapat mendidik anak pertama sedikit lebih keras, tetapi Anda mungkin tidak dapat melakukannya untuk anak kedua. Karakter dan daya tangkap setiap anak berbeda-beda. 

    Ada yang cepat merespon tapi ada juga yang lambat. Begitu pula cara mendidik anak perempuan pasti berbeda dengan mendidik anak laki-laki. Amati dulu sifat dan karakter anak. Pikirkan saja bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak-anak dalam Islam.

    Mengajari Anak Tentang Sholat dan Ibadah Lainnya

    Ada baiknya untuk mulai mengajarkan anak tentang sholat sejak mereka masih balita. Anda bisa mengajaknya sholat berjamaah di rumah atau ke masjid. Dari sini Anda akan belajar mengikuti setiap gerakan sholat. Pada awalnya Anda mungkin sembarangan meniru gerakan doa Anda. Setelah Anda terbiasa, mulailah mengajarinya secara perlahan tentang gerakan shalat yang benar. 

    Ketika Anda sudah memasuki usia anak-anak, mulailah mengajarkan bacaan doa dan terus mengajak Anda untuk berdoa bersama Anda. Saat berada di masjid dan bertemu teman-temannya, jangan sampai anak Anda terpengaruh oleh teman-temannya yang suka bercanda saat sholat. Katakan padanya perlahan bahwa bercanda saat sholat adalah dosa. Bisa bercanda setelah sholat. 

    Hal ini agar tidak menjadi kebiasaan ketika Anda sudah mulai sholat sendirian dan Anda tidak bisa menemaninya. Selain mengajarkan shalat, mulailah mengamalkan puasa saat memasuki bulan Ramadhan. Pada tahap awal, undang Anda untuk berpuasa selama setengah hari dan membangunkan Anda sebelum fajar. Anda bisa menjanjikan hadiah agar kuat berpuasa hingga Dzuhur. 

    Pada hari-hari berikutnya, tingkatkan puasanya hingga memasuki waktu Ashar atau bahkan jika bisa hingga Maghrib. Terkadang anak akan memberontak dan merengek minta makan. Tapi Anda tidak kehilangan akal. Mengajak Anda jalan-jalan atau melakukan aktivitas yang Anda sukai. Dengan begitu Anda akan melupakan rasa lapar. Dengan mengajarkan shalat lima waktu dan ibadah-ibadah lainnya sejak dini, setidaknya ia akan terbiasa ketika dewasa nanti.

    Menanamkan Sikap Disiplin

    Cara mendidik anak secara Islam selanjutnya adalah dengan menanamkan sikap disiplin. Di sini Anda bisa mengajarkan kedisiplinan mulai dari hal-hal kecil seperti bangun pagi, waktu anak bermain, waktu anak belajar dan lain-lain. Sebagai orang tua, Anda harus selalu mengingatkannya. 

    Terutama untuk urusan ibadah seperti shalat lima waktu. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan atau jika perlu mengajak anak bersama-sama. Untuk kehidupan sehari-hari, Anda juga harus membatasi waktu bermain. Pokoknya, ajari anak untuk bisa mengatur waktu. Sehingga ketika ia besar nanti, kedisiplinan yang Anda tanamkan akan membentuknya menjadi pribadi yang baik.

    Memberi Keteladanan dan Contoh yang Baik

    Dalam mendidik anak dalam Islam, ambil contoh cara Nabi membesarkan atau mendidik anak. Anda tidak bisa hanya mengajar, memerintah dan mengingatkan. Namun Anda sendiri sebagai orang tua harus menjadi contoh dan teladan yang baik. Bagaimana anak Anda mau rajin shalat jika Anda sendiri masih salat berlubang? Begitu juga dengan anda yang berharap anak anda bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar, namun anda sendiri yang jarang membukanya apalagi membaca Al-Qur'an. 

    Juga, perhatikan perilaku dan ucapan Anda. Ketika Anda banyak mengucapkan kata-kata kasar, wajar jika anak Anda melakukan hal yang sama. Di sisi lain, jika pidato Anda dalam kehidupan sehari-hari baik. Anak-anak juga akan berperilaku dengan cara yang sama. Jadi, berikan contoh bagaimana berbicara dengan orang yang lebih tua atau dengan teman sebayanya. 

    Menciptakan Lingkungan yang Harmonis

    Cara mendidik anak dalam Islam dapat dibangun dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, ciptakan keluarga yang bernuansa Islami agar anak-anak Anda terbiasa dengan nilai-nilai Islami. Selain itu, ciptakan lingkungan yang harmonis agar kondisi mental atau moral mereka tumbuh dengan baik. Bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga. Baik Anda maupun pasangan, harus selalu menjaga keharmonisan agar anak selalu berpikir bahwa keluarganya baik-baik saja. 

    Mengajari Anak dengan Penuh Kelembutan

    Poin selanjutnya dalam memberikan pendidikan anak menurut Islam adalah selalu bersabar dalam mengajarkan sesuatu kepada anak. Terutama untuk hal-hal baru. Ajari mereka dengan kelembutan dan kasih sayang. Apalagi jika daya tangkap anak Anda kurang. Anda harus ekstra hati-hati, karena jika Anda tidak sabar dan bahkan marah, anak tidak akan bisa tetapi lebih-lebih lagi tidak akan mengerti maksud Anda. Memang sifat kelembutan lebih dimiliki oleh seorang ibu. 

    Demikian ulasan tentang Tips Cara Mendidik Anak Menurut Islam, semoga bermanfaat.

    © Copyright - Ruqyah di Cirebon