Apakah Berobat Bisa Menghilangkan Tawakal, Yuk Cari Tahu - Ruqyah di Cirebon

1 Des 2020

Apakah Berobat Bisa Menghilangkan Tawakal, Yuk Cari Tahu

    Apakah Berobat Bisa Menghilangkan Tawakal, Yuk Cari Tahu

    Apakah Berobat Bisa Menghilangkan Tawakal, Yuk Cari Tahu. Sakit menjadi hal yang lumrah dialami oleh setiap manusia. Sakit bisa menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah s.w.t. 

    Saat sakit barulah terasa pentingnya kesehatan. Sehat kadang menjadi nikmat yang tidak disadari. Tetapi saat kesehatan hilang maka barulah disadari pentingnya kesehatan dengan sehat banyak hal yang dapat dilakukan. 

    Bahkan dalam sebuah hadist disebutkan “ada dua hal yang sering dilupakan oleh manusia untuk disyukuri dan dimanfaatkan yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang. “

    Oleh sebab itu sebagai manusia beriman sudah seharusnya memperhatikan kesehatan.  Tetapi jika sakit datang maka sudah seharusnya melakukan upaya yang sesuai dengan tuntutan agama.

    Bahkan berobat tidak lah  menghilangkan sebuah keyakinan akan ke besaran Allah tetapi menjadi sebuah sebab, seperti saat merasa haus maka harus minum. Saat merasa lapar maka harus makan.

    Justru saat kita mengingkari sebuah sebab maka dapat menimbulkan rasa hilangnya tawakal. Apakah Berobat Bisa Menghilangkan Tawakal tentu saja tidak selama dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai ketentuan yang ada.

    Bahkan jika seseorang tidak percaya bahwa sakit yang timbul adalah cobaan maupun cara menghapus dosa, maka dapat menghilangkan rasa tawakal kepada Allah s.w.t,  sehingga dapat menggugurkan semua amalan.

    Setiap penyakit pasti ada obatnya,  hal ini  disebutkan dalam sebuah Hadist. Sehingga sudah seharusnya orang sakit berobat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak ada keraguan apakah berobat bisa menghilangkan tawakkal.

    Hukum berobat bagi yang sakit, yaitu :

    •      Wajib

    Berobat menjadi wajib jika penyakitnya bisa menyebabkan seseorang meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Sedangkan seseorang itu mampu untuk berobat dan penyakitnya dapat disembuhkan.

    Berusaha untuk sembuh dengan cara pengobatan yang sesuai dan tepat. Sehingga kesembuhan bisa didapatkan dan tidak ada pelanggaran ketentuan agama. Serta sarana dan prasarananya tersedia.

    •      Sunnah / Mustahab

    Jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk berobat baik karena kelemahan tubuhnya maupun karena ke tidak kemampuan mendapatkan pengobatan yang tepat maupun biaya serta  ke tidak  kemampuan lainnya.

    Tetapi penyakit itu tidak akan merugikan diri sendiri maupun orang di sekitarnya. Tidak akan membahayakan jiwa, tidak akan menyebar dan tidak akan membebani orang lain maka pengobatan akan menjadi sunnah.

    •      Mubah

    Pengobatan akan mubah jika penyakit ringan dan tidak menyebabkan di tinggalkan hal-hal yang wajib. Jika hal ini terjadi maka seseorang itu boleh untuk berobat atau tidak tergantung kondisi yang dirasakan.

    Kondisi ini mungkin terjadi pada masa awal penyakit. Jika penyakit bertambah berat dan semakin memburuk maka hukum berobat akan berubah dan menjadi suatu hukum yang berubah pula bagi keadaan sakitnya.

    •      Makruh

    Apakah berobat bisa menghilangkan tawakkal maka sebaiknya tidak diobati jika penyakit terlalu berat dan obat yang tersedia tidak terlalu efektif bahkan kadang menimbulkan efek yang berat bagi penyakitnya.

    Bahkan bisa menimbulkan masalah baru menghabiskan harta benda yang dimiliki dengan keberhasilan yang belum jelas. Jika ini terjadi maka berobat bersifat makruh atau tidak perlu dilakukan.

    Jika seseorang yang kejam, dengan penyakit akan menjadi sadar dan baik. Tetapi jika sembuh akan kembali menjadi  buruk maka pengobatan tidak perlu dilakukan agar tetap baik dan bertawakal pada Allah s.w.t.

    Jika dengan penyakitnya menyebabkan seseorang menjadi sabar dan mendekat diri pada sang pencipta. Sebaliknya jika sembuh akan semakin menjauh dengan penciptanya. Maka sabar akan lebih baik bagi orang tersebut.

    Seseorang yang telah melakukan tindakan amoral, lalu dengan sakitnya ia bersabar dan memohon ampunan dari tuhan sang pencipta maka pengobatan menjadi tidak diperlukan, sabar adalah hal terbaik untuk dilakukan.

    •          Haram

    Pengobatan akan haram jika dilakukan dengan cara yang haram. Menggunakan zat yang dilarang akan lebih baik jika menggunakan zat yang baik dan tidak di haramkan oleh ketentuan syariat dalam agama Islam.

    BACA JUGA : AMALAN DZIKIR PAGI DAN PETANG SEBAGAI PENANGKAL SIHIR

    Apakah berobat bisa menghilangkan tawakkal jika dilakukan dengan cara yang tidak baik. Bisa menjauhkan seseorang dari ketakwaan. Mengurangi semangat ibadah dan berbuat baik sesuai syariat yang berlaku .

    Jika anda merasa ragu dengan sistem pengobatan modern yang ada anda dapat memilih cara pengobatan yang dilakukan secara islami. Sistem pengobatan ini telah dikenal sejak zaman dahulu hingga kini.

    Ini beberapa pilihan pengobatan yang diajarkan dalam Islam

    •          Bekam

    Dalam sebuah riwayat disebutkan nabi pernah mengalami nyeri pada salah satu bagian tubuhnya. Lalau nabi melakukan bekam pada bagian tersebut dan memberi upah dua sha pada ahli bekam tersebut.

    Bahkan nabi pernah berkata sebaik-baik pengobatan adalah berbekam. Maka cara pengobatan ini masih banyak digunakan sebagai sebuah terapi yang dipilih. Serta terbukti efektif untuk pengobatan penyakit. 

    •          Ruqiah

    Cara pengobatan yang kedua ini digunakan untuk mengobati penyakit karena gangguan makhluk halus. Sehingga perlu dilakukan tindakan ruqiah untuk membersihkan pengaruh makhluk halus menggunakan ayat-ayat suci.

    Bahkan Aisyah RA pernah bercerita nabi mengalami sakit lalu jibril mengobati dengan cara meruqiah dengan menyebut nama Allah.  Ini bisa menghilang keraguan Apakah berobat bisa menghilangkan tawakkal.

    •          Kompres air

    Rasul menganjurkan untuk kompres dengan air saat panas tinggi. Hal ini bisa dijelaskan dengan dunia medis saat modern. Air yang digunakan akan membawa panas yang ada melalui air yang menempel pada kulit.

    Sistem pembuangan panas secara fisika yang bisa menurunkan panas tubuh. Hal inilah yang diajarkan secara turun temurun. Digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi deman pada anak dan dewasa.

    •          Madu

    Madu menjadi salah satu pilihan pengobatan tradisional. Madu yang mengandung glukosa dan anti microba bermanfaat untuk membunuh bakteri yang mengonfeksi serta sebagai sumber energi tubuh.

    Madu bisa dicampurkan pada makanan dan minuman sehingga dapat membantu penyembuhan penyakit. Rasanya yang manis membuat madu banyak disukai oleh anak dan dewasa. Menjadi alternatif makanan.

    •          Habatus sauda

    Pengobatan yang satu ini menggunakan herbal tradisional yang disebut juga dengan jintan hitam atau habatus sauda. Herbal ini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit yang ada pada pasien yang sakit.

    Bahkan nabi pernah berkata “ dalam habat mengandung berbagai zat penting yang bisa mengobati berbagai penyakit kecuali kematian. Ini semakin meyakinkan bahwa penggunaan herbal ini tidak akan menimbulkan pertanyaan Apakah berobat bisa menghilangkan tawakkal.

    Dari sini jelaslah sudah bahwa sebagai hamba yang patuh kita harus senantiasa berusaha dan mencoba untuk sembuh dari penyakit. Sebagai sebuah ikhtiar yang sesuai dengan ketentuan agama. Jangan pernah menyerah untuk mencari jalan sembuh.

    Ternyata berobat menjadi hal yang dianjurkan sebagai sebuah ikhtiar. Tentu saja harus sesuai tuntutan agar terhindar dari prasangka Apakah berobat bisa menghilangkan tawakkal, tetapi sebaliknya menjadi sebuah amalan.

    © Copyright - Ruqyah di Cirebon